Meriah! Ribuan Warga Padati Puncak Syukuran Nelayan ke-59 Blanakan Subang, Larung Dongdang Jadi Puncak Acara

BLANAKAN, SUBANG – Tradisi tahunan Syukuran Nelayan atau Nadran Blanakan ke-59 tahun 2025/2026 berlangsung meriah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.

Ribuan warga masyarakat Blanakan dan sekitarnya tumpah ruah memadati lokasi acara sejak pagi. Tidak hanya nelayan, acara ini juga diikuti oleh ibu-ibu, pemuda, tokoh masyarakat, hingga anak-anak sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.

Ketua KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Blanakan, Dasam MB, mengatakan bahwa Syukuran Nelayan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan rezeki yang diberikan dari laut.

“Syukuran Nelayan ke-59 ini adalah wujud syukur kami para nelayan. Laut adalah sumber kehidupan kami. Melalui tradisi ini kita berdoa bersama agar seluruh nelayan diberikan keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan yang melimpah,” ujar Dasam.

*Rangkaian Acara Berlangsung Semarak*

Rangkaian Syukuran Nelayan ke-59 ini digelar selama dua pekan lebih, diisi dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan hiburan rakyat. Di antaranya:

1. Prosesi Adat Larung Dongdang / Replika Kapal Hias ke tengah laut sebagai simbol doa dan harapan.

2. Lomba-lomba rakyat: sepak bola, voli, tenis meja, e-sport, dan lomba mancing Baramundi di Sungai Ciasem.

3. Pagelaran budaya: Wayang Purwa, Sandiwara, dan live musik.

4. Kegiatan sosial: Khitanan massal, santunan anak yatim dan jompo.

Puncak acara ditandai dengan prosesi larung dongdang, yaitu perahu hias yang dihiasi aneka hasil bumi, makanan, dan minuman yang kemudian dilarung ke laut lepas. Deretan kapal nelayan yang dihias warna-warni mengiringi prosesi tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Blanakan, mulai dari Camat Blanakan, Danramil, Kapolsek Blanakan, Kasat Polairud Polres Subang, Kepala Desa se-Kecamatan Blanakan, perwakilan Dinas Perikanan Subang, serta Ketua KUD Perikanan se-Kecamatan Blanakan. 

Selain sebagai ritual spiritual, Syukuran Nelayan Blanakan juga memiliki potensi besar sebagai wisata budaya pesisir Pantura Subang yang harus terus dilestarikan.(Asep apung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *