Subang,Ersah , pedagang rujak kangkung di Jalan Simpang cirangon desa Rancamulya,kecamatan patokbeusi,subang.vakuasi, bersiap berangkat haji setelah menunggu 13 tahun sejak mendaftar. Ia mulai menyisihkan uang hasil jualan setelah Pulang berdagang,uang yang ditabungkan berjumlah 50 ribu terkadang 100 ribu.( 29/04/2026)
Siang itu, tangan Ersah tak berhenti bergerak. Jemarinya untuk melayani para pembeli rujak kangkung nya.selain rujak ada juga bawan goreng tempe,goreng oncom dan lain lain.
Didalam gerobak yang berukuran 2×1 inilah mak ersah berjualan setelah persiapan baru mak ersah menggunakan motor untuk berangkat,maklum tempat berjualan mak ersah lumayan jauh ,sekitar 2,5 kilo meter mak ersah harus menempuh dari rumah ke tempat dimana mak ersah berjualan.
Meski terik matahari,mak ersah dengan ahlinya menyodorkan seporsi rujak kepada pembeli yang sudah menunggu. Di sela kesibukan melayani, ia sesekali tersenyum, menyapa pelanggan yang datang silih berganti.
Gerobak sederhana itu tampak ramai pembeli. . Di tengah kesibukannya, mak ersah bercerita tentang keinginannya menuju Tanah Suci.mak ersah juga mengatakan, penantiannya untuk bisa menunaikan ibadah haji tidak sebentar. Sejak mendaftar, ia menunggu hingga belasan tahun hingga sebelum akhirnya mendapat panggilan berangkat.
“Saya daftar haji itu dari tahun 2013,” kata ersah sambil berurai air mata bahagia, saat berbicara dwngan wartawan berita subang.
Di balik penantiannya itu, ada getaran batin yang kerap muncul tak terbendung. Ia mengaku sering meneteskan air mata setiap kali melihat calon jemaah haji berangkat dengan diiringi lantunan selawat.
“Saya kalau dengar selawatan ketika orang mau berangkat haji itu selalu menangis. Dalam hati saya bilang ‘apa mungkin saya bisa berangkat ke Tanah Suci’,” kata dia
Dari keinginannya itu, ersah pun mulai berusaha agar bisa berangkat haji dengan menyisikan uang dari hasil jualan rujak kangkung nya ,ersah sendiri telah menjalani profesi sebagai pedagang rujak kangkung sudah digelutinya sejak puluhan tahun silam.
“Saya jualan rujak kangkung dari tahun 1990 Jualannya ada rujak kangkung , bawan,goreng tempe,goreng oncom dan lain lain. kata dia.
Selama ini, lapak rujak itu menjadi tumpuan hidupnya. Dari sana, ia bisa membiayai pendidikan anak dan keponakannya. Setelah itu, barulah ia mulai menabung untuk mewujudkan keinginan berhaji.
“Saya selesaikan dulu pendidikan anak sampai Sma,Terus saya juga menyekolahkan keponakan-keponakan. Saya ingin keluarga saya tidak putus pendidikannya.
Di musim haji tahun ini, ersah mendapat giliran menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.setelah gagal tahun kemarin dikarenakan uang nya kurang.dan Ia dijadwalkan kembali berangkat pada musim haji sekarang “Perasaannya saya sekarang sangat bersyukur,” kata dia.
Di kediamannya, mak ersah mulai menyiapkan berbagai perlengkapan untuk perjalanan tersebut. Obat-obatan, makanan ringan, hingga berbagai kebutuhan pribadi lain dimasukkan ke dalam koper yang akan dibawanya.( Apung )





