Beredar what ap, sebuah Sppg menghentikan sementara MBG ,

Subang|| Beredar di medaos salah satu warga warga diduga sppg dihentikan untuk sementqra.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumur Gintung, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dilaporkan kembali mengalami penghentian operasional mulai Senin (27/4/2026).

Penghentian sementara program tersebut diduga disebabkan keterlambatan pencairan anggaran operasional dari pemerintah pusat, sehingga pihak pelaksana di tingkat daerah belum dapat melanjutkan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Informasi terhentinya program MBG itu diketahui masyarakat melalui pesan WhatsApp yang disampaikan oleh pihak pengelola MBG wilayah Sumur Gintung. Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan bahwa operasional dihentikan sementara sambil menunggu pencairan dana dari pusat.

“Kegiatan MBG terhitung mulai hari ini dihentikan sementara karena masih menunggu pencairan anggaran operasional dari pusat,” demikian isi pemberitahuan yang beredar di kalangan masyarakat.

Kondisi ini pun menuai keluhan dari sejumlah warga yang sebelumnya telah menerima manfaat dari program tersebut. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan agar program yang dinilai membantu kebutuhan gizi masyarakat itu dapat kembali berjalan normal.

Tak hanya masyarakat, sejumlah kader yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga juga turut mengeluhkan besaran upah yang diterima selama menjalankan program tersebut.

Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, para kader hanya menerima bayaran sebesar Rp500 per paket makanan yang dibagikan.

“Anggaran Rp500 per paket itu belum termasuk biaya operasional dan pembelian plastik untuk membungkus makanan yang diberikan,” ungkap narasumber tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan para kader yang tetap harus bekerja menyiapkan dan mendistribusikan paket makanan setiap harinya.

Situasi ini memunculkan sorotan terkait mekanisme penyaluran anggaran pusat untuk program MBG, khususnya agar keterlambatan pencairan tidak terus berulang dan berdampak pada masyarakat maupun petugas lapangan.

Masyarakat berharap pemerintah pusat segera memberikan solusi konkret agar program MBG di Desa di Sumur Gintung kembali berjalan serta kesejahteraan para kader yang terlibat juga mendapat perhatian.( hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *