Siswa Siswi Acung Jari Tengah ke Guru

Purwakarta-aksi tak terpuji dilakukan sejumlah siswa di SMAN 1 Purwakarta, dengan ramai-ramai mengacungkan jari tengah ke seorang guru. Video yang beredar luas di media sosial kini telah viral, sehingga sontak menjadi perhatian berbagai kalangan. Terkait hal ini, gubernur jawa barat, Dedi Mulyadi di akun media sosial pribadinya @dedimulyadi71 meminta siswa mendapat sangsi yang bermanfaat.

Dari informasi yang didapat, peristiwa itu terjadi usai kegiatan belajar mengajar di kelas, dan kini telah ditangani pihak SMAN 1 Purwakarta.

Sementara itu, wakil kepala sekolah bidang humas SMAN 1 Purwakarta, ida rosida, yang dihubungi melalui pesan singkat belum bisa memberi keterangan, karena menunggu arahan dari pihak Kantor Cabang Dinas wilayah 4 Disdik Provinsi Jawa Barat. “Sudah saya sampaikan kepada bapak kepala sekolah. Dan beliau menunggu arahan dari ibu kepala KCD Wilayah IV” ujar Ida Rosida.

Meski demikian kasus ini sudah ditangani oleh sekolah, dan sanksi kepada siswa sudah dilakukan, termasuk memanggil orang tua siswa yang terlibat. Dalam Kejadian ini ada sembilan siswa yang terlibat dalam aksi tak terpuji itu.

Adapun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam akun media sosial instagram pribadinya @dedimulyadi71, mengaku prihatin atas kejadian yang mencoreng dunia pendidikan di Purwakarta.

Gubernur yang akrab dipanggil KDM tersebut juga telah menerima laporan kronologi dari Disdik Provinsi Jawa Barat. Saat ini orang tua siswa sudah dipanggil pihak sekolah dan siswa yang terlibat telah diberi sanksi skorsing19 hari. KDM juga menyarankan alternatif pendekatan sanksi bersifat pembinaan karakter, yakni bukan hanya skorsing tetapi memberi sanksi sosial, dengan membersihkan lingkungan sekolah dan toilet di sekolah setiap hari selama satu bulan atau lebih, tergantung tingkat pelanggaran. Agar setiap hukuman memberi manfaat pembentukan karakter, karena anak-anak tetap perlu mendapat bimbingan dan hak pendidikan.

“ Saya cukup Prihatin dengan peristiwa tersebut, dan kronologisnya saya sudah mendengarkan dari paparan Kepala Dinas Pendidikan,dan selanjutnya berdasarkab informasi orang tua anak tersebut sudah dipanggil ke sekolah. Orang tuanya menangis menyesal atas tindakan anaknya, selanjutnya sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari. Saya memberikan saran, anak-anak tersebut dihukum dengan cara membersihkan halaman sekolah dan toilet, dalam jangka waktu sesuai dengan perkembangan anak-anak tersebut” ujar KDM.

Pasca kejadian tersebut, sejumlah siswa dari kelas 11, mengunggah video permohonan maaf kepada guru dan semua pihak.(Apung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *