GEMPOLSARI, PATOKBEUSI, SUBANG – Pelaksanaan tes seleksi Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang kembali menuai sorotan tajam. Muncul dugaan baru dari sejumlah peserta terkait sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di Universitas Subang (UNSUB).
Sejumlah peserta menduga perangkat komputer yang digunakan dalam tes telah di-setting dengan nilai terlebih dahulu, sehingga hanya 3 orang tertentu saja yang diloloskan menjadi 3 besar calon PAW Kepala Desa.Diduga hasil itu disepakati oleh oknum Dosen.karena sebelumnya ada group WA.yang terdiri dari 3 orang yang lolos dengan kata lain sudah terjadi komukasi sebelum tes CAT,di mulai.
“Diduga perangkat computer sudah di-setting dengan nilai terlebih dulu, sehingga hanya 3 orang itu aja yang lolos,” ungkap salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Senin (22/09/2026).
Dugaan tersebut mencuat setelah pleno hasil tes CAT diumumkan. Mereka menilai ada kejanggalan pada hasil nilai akhir yang dinilai tidak wajar dan terkesan sudah diatur.
Menurut peserta yang melayangkan protes, sistem CAT yang seharusnya transparan dan real-time, justru menimbulkan tanda tanya besar karena selisih nilai yang dianggap janggal dan hanya menguntungkan pihak tertentu.
“Kalau memang murni sistem komputer, kenapa nilai Kami rendah dan hanya 3 orang itu aja .menduga ada settingan nilai sejak awal. Ini harus dibuka secara transparan,” tambahnya.
Hingga saat ini, dugaan tersebut masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Desa Gempolsari. Sejumlah warga meminta agar panitia dan pihak UNSUB membuka log sistem dan hasil CAT secara terbuka di hadapan semua peserta dan disaksikan unsur pemerintah desa.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak panitia PAW Desa Gempolsari dan tim penguji dari UNSUB belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan setting perangkat komputer tersebut.
Redaksi masih berupaya meminta hak jawab dari pihak UNSUB dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Subang untuk menjaga keberimbangan informasi dan asas praduga tak bersalah.
Warga berharap, jika dugaan tersebut benar adanya, pemerintah dapat mengambil langkah tegas dengan mengulang tes dan melaksanakannya langsung oleh Pemkab melalui dinas terkait demi menjaga marwah demokrasi PAW Kepala Desa Gempolsari yang jujur dan adil.(Asep apung)




