Transparansi Dipertanyakan, Panitia Pilkades PAW Gempolsari Ogah Berikan DPT ke Wartawan

GEMPOLSARI, PATOKBEUSI, SUBANG – Keterbukaan panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, dipertanyakan.

Pasalnya, panitia PAW Gempolsari diduga ogah memberikan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) kepada wartawan yang hendak melakukan peliputan.

Padahal, DPT merupakan data publik yang seharusnya terbuka dan transparan, karena menjadi dasar sahnya pelaksanaan Pilkades PAW. 

Menurut informasi, saat wartawan mencoba meminta salinan DPT untuk memastikan jumlah dan keabsahan pemilih, panitia terkesan menghindar dan tidak memberikan data tersebut dengan berbagai alasan.

“Saat diminta DPT-nya, panitia tidak mau memberikan. Katanya itu rahasia. Padahal kami hanya ingin memastikan datanya valid dan prosesnya transparan,” ujar salah satu wartawan yang bertugas di wilayah Patokbeusi.

Sikap tertutup panitia ini pun menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga menilai ada apa dengan panitia PAW Gempolsari, sehingga data pemilih saja harus ditutup-tutupi.

Sebagaimana diketahui, Pilkades PAW Gempolsari ini hanya diikuti oleh 137 pemilih yang terdiri dari unsur RT, RW, dan tokoh masyarakat dari empat dusun. Minimnya jumlah pemilih inilah yang membuat transparansi DPT menjadi sangat krusial.

Jika DPT tidak dibuka ke publik, dikhawatirkan akan muncul praktik kecurangan, pemilih siluman, hingga dugaan politik uang yang saat ini sudah santer terdengar di tengah masyarakat.

Panitia Pilkades PAW H.Anwar mengatakan saat di tlp oleh media mengatakan alasannya takut datanya disalah gunakan.

Masyarakat berharap Camat Patokbeusi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Subang turun tangan untuk menegur panitia agar bekerja secara profesional, terbuka, dan sesuai aturan.(Asep apung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *