BLANAKAN, SUBANG –Ribuan warga masyarakat dan nelayan pesisir Blanakan, Kabupaten Subang, harus menelan pil pahit kekecewaan di hari paling bahagia mereka.
Puncak acara Syukuran Nelayan ke-59 yang digelar megah oleh Keluarga Besar KUD Bina Fajar Sidik di TPI Blanakan, Sabtu (27/9/2026), tidak dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita.
Padahal, pesta adat yang menjadi identitas dan napas hidup nelayan Pantura Subang ini hanya digelar setahun sekali. Persiapan pun dilakukan berbulan-bulan secara swadaya oleh nelayan.
“Jelas kami kecewa berat. Kami sudah berdandan, sudah siapkan sambutan untuk Pak Gubernur dan Pak Bupati. Tapi sampai acara selesai, yang ditunggu tidak datang. Rasanya kami tidak dianggap,” kata seorang tokoh nelayan Blanakan.
Kekecewaan warga semakin terasa karena di lokasi, dua kursi VVIP yang dipasang tepat di depan panggung utama terlihat kosong melompong. Kursi itu sengaja disiapkan panitia KUD Bina Fajar Sidik untuk orang nomor satu di Jabar dan Subang.
Ketua KUD Bina Fajar Sidik, Dasam MB, membenarkan bahwa undangan resmi telah dilayangkan kepada Gubernur dan Bupati Subang. Ia pun tak bisa menahan kekecewaan warganya.
“Undangan resmi sudah kami sampaikan. Kami sangat berharap beliau hadir untuk melihat langsung kondisi nelayan Blanakan. Tapi kami memahami mungkin ada kesibukan lain. Harapan kami tahun depan bisa hadir,” ujar Dasam MB.
Di tengah kekecewaan itu, warga justru mengapresiasi kehadiran Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H. yang datang langsung menyapa dan berbaur dengan nelayan.
Warga berharap, absennya Gubernur dan Bupati Subang di Syukuran Nelayan ke-59 ini menjadi catatan penting agar pemerintah lebih memperhatikan nasib nelayan Blanakan yang selama ini menjadi lumbung hasil laut terbesar di Subang.(Asep apung)





