PABUARAN, SUBANG -* Ratusan warga Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang menggelar aksi unjuk rasa di depan PT SPS, Selasa (27/10/2026). Aksi ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan warga karena tuntutan mereka tidak kunjung mendapat solusi.
Massa aksi yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga pemuda datang, Mereka memprotes dampak operasional pabrik yang sangat meresahkan warga sekitar.
Koordinator aksi menyebutkan, ada tiga dampak utama yang dikeluhkan warga yaitu debu, getaran mesin, dan kekurangan air.
“Kami sudah tidak tahan lagi. Debu dari pabrik masuk ke rumah-rumah warga setiap hari. Belum lagi getaran mesin pabrik yang sangat keras sampai tembok rumah retak-retak. Dan yang paling parah, kami kekurangan air sejak pabrik ini beroperasi,” teriak salah satu warga dalam orasinya.
Menurut warga, pihak PT SPS dan warga sebenarnya sudah pernah melakukan mediasi dan membuat perjanjian bersama untuk mengatasi dampak tersebut. Namun hingga saat ini perjanjian tersebut belum ada realisasinya sama sekali kepada warga.
“Padahal sudah ada perjanjian tertulis di atas materai. PT SPS berjanji akan memberikan solusi untuk debu, getaran, dan masalah air. Tapi mana buktinya? Sudah berbulan-bulan tidak ada realisasi. Makanya kami turun lagi ke jalan. Ini sudah aksi yang ketiga kali,” ungkap warga lainnya.
Warga mengaku sudah beberapa kali mencoba menempuh jalur musyawarah secara kekeluargaan dengan pihak perusahaan, namun selalu menemui jalan buntu. Pihak perusahaan dinilai tidak serius menanggapi keluhan warga.
“Kami datang baik-baik, tapi tidak pernah ada solusi konkret. Kami bukan anti investasi, kami hanya minta hak kami sebagai warga yang terdampak diperhatikan. Jangan hanya keuntungan saja yang diambil perusahaan, tapi warga yang menderita,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, warga menuntut pihak PT SPS segera merealisasikan perjanjian yang telah disepakati, seperti pemasangan penyaring debu, peredam getaran mesin, dan penyediaan sumber air bersih bagi warga Desa Kadawung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT SPS belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga Desa Kadawung tersebut. Aparat Polsek Pabuaran yang berada di lokasi terlihat melakukan pengamanan agar aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif.
Warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dengan memblokade akses pabrik jika tuntutan mereka kembali tidak diindahkan oleh pihak PT SPS.(Asep apung)





